Senin, 01 Oktober 2012

Proses Desain Database


Dalam perancangan/mendesain sebuah database agar menjadi database yang handal dan tangguh, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Langkah-langkah tersebut diantaranya :
      1. Analisis Persyaratan
Langkah pertama dalam mendesain sebuah aplikasi database adalah memahami dan mengetahui data yang harus disimpan dalam database, aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih banyak digunakan dan subyek untuk melakukan persyaratan yang ada, atau dengan kata lain, kita harus tau apa yang diinginkan pengguna database tersebut.
      2. Desain Database Konseptual
Informasi dikumpulkan pada saat analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang harus disimpan dalam database bersama batasan yang telah diketahui untuk menetapkan penyimanan data tersebut.. Dalam langkah inilah entitas, atribut dan batasanya yang terlibat dalam desain aplikasi database ditentukan. Langkah ini sering dilakukan dengan model ER Diagram.     
      3.  Desain Database Logika
Dalam langkah ini adalah menentukan/memilih DBMS yang akan digunakan untuk mengimplementasikan desain database dan mengubah konsep desain database menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih. Dalam langkah ini merupakan proses perubahan dari skema ER Diagram menjadi skema Database Relasional (RDBMS)
      4.  Perbaikan Skema
Menganalisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional (RDBMS) untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dan memperbaikinya
      5. Desain Database Fisik
Pada langkah ini dilakukan pertimbangan-pertimbangan beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh database yang kita gunakan dan memperbaiki desain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini mencakup pembuatan indeks pada beberapa tabel dan mengelompokan beberapa tabel atau bahkan melibatkan desain ulang substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah pertama desai database.
      6. Desain Aplikasi dan Keamanan
Setiap proyek perangkat lunak yang melibatkan sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di  luar database itu sendiri. Dalam hal ini kita harus mengidentifikasi entitas (ex; pengguna, grup-grup pengguna dan bagian-bagian lain) dan proses-proses yang terlibat dalam aplikasi. Kita harus menggambarkan peran setiap entitas dalam setiap proses yang akan direfleksikan pada beberapa tugas aplikasi, sebagai bagian dari aliran kerja lengkap untuk tugas tersebut.
Selanjutnya adalah fase implementasi, kita harus mengkodekan tiap tugas ke dalam sebuah bahasa aplikasi (ex: java), menggunakan DBMS untuk mengakses data.

@ Berbagi ilmu dan pengalaman

Minggu, 30 September 2012

Load JDBC Driver Pada Java

1. Load JDBC Driver dengan ODBC
Open Database Connectivity (ODBC) merupakan interface  berbasis bahasa C yang digunakan untuk database engine berbasis SQL. ODBC menyediakan interface yang konsisten untuk berkomunikasi dengan database dan mengakses database metadata (informasi mengenai databse system, yang berkaitan dengan bagaimana data disimpan dan bagaimana memanipulasinya). Setiap pengembang menyediakan driver tertentu untuk berkomunikasi dengan DBMSnya. Untuk koneksi dengan DBMS menggunakan ODBC digunakna JDBC_ODBC Bridge Driver. Untuk sintax meload ODBC adalah : 
Class.forName(“sun.jdbc.odbc.JDBCOdbcDriver”);

2. Load JDBC Driver dengan MySql Connector/J 3.0
MySql menyediakan aplikasi Client untuk koneksi dengan MySql Server yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java melalui JDBC Driver, yang disebut MYSql Connctor/J . MySql Connector/J merupakan JDBC-3.0 Driver tipe 4 yang artinya driver tersebut dibuat dengan bahsa pemrograman Java murni yang mengimplementasikan spesifikasi JDBC versi 3.0 dan dapat berkomunikasi langsung dengan MySql Server menggunakan protokol MySql. Sintax meload Drivernya adalah 
Class.forName(“com.mysql.jdbc.Driver”).new instance();

3. Load JDBC Driver dengan Driver lain
Jika menggunakan driver lain perlu diperhatikan dokumentasi dari driver tersebut dalam penggunaan classnya. Sebagai contoh jika nama Classnya jdbc.DriverX, maka dapat dituliskan : 
Class.forName(“jdbc.DriverX”);
 

Membangun Koneksi DBMS dengan Java

Assalaamu'alaikum sahabat perantauan khususipun sahabat Muslim. Kali ini sahabat perantau akan membahas mengenai membangun koneksi ke dbms dengan java. Untuk membangun koneksi database dengan menggunakan Java –MySql diperlukan 2 langkah, sebagai berikut :
1. Mengambil/MeLoad JDBC Driver
Pengambilan JDBC driver sangatlah mudah, ada beberapa cara dalam pengambilan JDBC Driver, diantaranya :
a.       Menggunakan ODBC
b.      Menggunakan MySql Connector/J 3.0
c.       Menggunakan Driver lain
      2. Membuat koneksi
Untuk membuat koneksi ke DBMS ada beberapa cara untuk membuat koneksi  dengan DBMS, diantaranya :
a.       Menggunakan ODBC
b.      Menggunakan MySql Connector/J 3.0
c.       Menggunakan Driver lain
* Untuk penjelasan dari langkah pertama dapat klik kunjungi link ini
@ Saling berbagi ilmu dan pengalaman